Pemerintah Gujarat telah menemukan alternatif untuk translokasi Kuno.
Mereka mengusulkan untuk memindahkan beberapa singa ke Suaka Margasatwa Barda di dalam batas negara bagian, dengan mencatat bahwa 17 singa Asia telah terlihat di sana untuk pertama kalinya sejak 1879.
Pemerintah juga telah meningkatkan pendanaan untuk perlindungan singa lebih dari 70% dalam tiga tahun terakhir menjadi $18,2 juta pada tahun 2023-2024 – sebuah tanda komitmen pemerintah untuk melindungi spesies tersebut.
Namun Chellam mengatakan Barda terlalu kecil dan kekurangan mangsa untuk menopang populasi singa yang layak.
Letaknya juga terlalu dekat dengan Taman Nasional Gir untuk mencegah penyebaran penyakit, artinya pandemi dahsyat dapat memusnahkan seluruh populasi singa Asia di Gujarat.
"Menaruh semua telur dalam satu keranjang sangat berisiko. Jika terjadi wabah penyakit, Anda akan mendapat masalah," ujarnya.
Ayah Pulsing, Ajnera, dulu berpikir bahwa manusia bisa hidup berdampingan dengan singa. Ia pindah ke distrik Amreli, yang terkenal dengan penampakan singanya, tujuh tahun lalu sebagai buruh tani.
Rumahnya berjarak 200 meter dari hutan, dan tak pernah terpikir olehnya bahwa singa akan menyerang manusia. "Hal seperti ini biasanya tidak terjadi di sini," ujarnya.
Kini, sang ayah yang berduka telah berubah pikiran. "Kami tidak bisa tinggal di sana lagi. Kami meninggalkan daerah itu dan pindah ke desa lain yang berjarak 5 kilometer (3 mil) – karena takut," ujarnya.
Post a Comment