Warga Palestina di Jalur Gaza yang terkepung telah mengamati dengan saksama berita tentang kapal-kapal bantuan di Armada Sumud Gaza, menganggapnya sebagai pesan dukungan global meskipun mereka tidak pernah mencapai daerah kantong itu.
Zakaria Baker, seorang pengungsi Palestina yang bekerja sebagai koordinator komite nelayan di Gaza, mengatakan kepada CNN bahwa ia mengikuti armada tersebut "dari waktu ke waktu" dan secara teratur berkomunikasi dengan orang-orang di pelabuhan Gaza, jika ada kapal yang muncul.
Ini “merupakan kemenangan bagi hak-hak Palestina dan aksi solidaritas terbesar yang dilakukan oleh para pendukung rakyat Palestina,” ujar Baker, seraya menambahkan bahwa pesan yang dikirim oleh armada tersebut sangat kuat meskipun tidak sampai ke Jalur Gaza.
Mohamed Al-Garo, warga Kota Gaza, mengatakan armada tersebut merupakan "upaya untuk mematahkan pengepungan" di wilayah kantong tersebut, dan "membawa pesan simbolis" untuk perjuangan Palestina.
Bagi Al-Garo, armada tersebut merupakan “akibat kegagalan semua upaya politik dan diplomatik untuk menghentikan perang.”
Banyak kapal dalam armada tersebut, termasuk satu kapal yang membawa aktivis Swedia Greta Thunberg, telah dicegat oleh pasukan Israel, dan para aktivis di dalamnya diperkirakan akan dideportasi.
Post a Comment