Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Danny Danon menegaskan kembali kecamannya terhadap pertemuan puncak solusi dua negara di New York pada hari Senin.
Berbicara kepada wartawan menjelang pertemuan puncak tersebut, Danon mengatakan AS dan Israel "tidak akan berpartisipasi dalam sandiwara ini" dan menyatakan kekecewaannya terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang diperkirakan akan secara resmi mengakui negara Palestina di pertemuan puncak tersebut, bersama dengan para pemimpin lainnya.
"Pada 8 Oktober, Anda berdiri bersama Israel, Anda berbicara tentang para sandera. Hari ini Anda melangkah maju, Anda meninggalkan para sandera," ujarnya merujuk pada negara-negara yang berencana mengakui negara Palestina.
"Banyak pemimpin saat ini akan berbicara tentang masa depan ketika Hamas tidak lagi menjadi bagian dari Gaza, tetapi saya akan bertanya kepada mereka: siapa yang akan melakukan itu?" kata Danon. "Tanggung jawab ada di pundak kita."
Danon mengatakan bahwa setelah perdana menteri Israel kembali ke Israel, pemerintah akan membahas tindakan apa yang akan diambil sebagai tanggapan atas pengakuan negara Palestina oleh banyak negara.
KTT tersebut, yang diselenggarakan bersama oleh Prancis dan Arab Saudi, bertujuan untuk mengintensifkan upaya menuju kebangkitan solusi dua negara dan menyediakan jalan menuju perdamaian.

Post a Comment