Perdana Menteri Polandia Donald Tusk pada hari Jumat menyebut serangan pesawat tak berawak Rusia ke negaranya sebagai "serangan" dan mengatakan itu bukan kesalahan, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan pelanggaran wilayah udara itu bisa saja terjadi secara tidak sengaja.
"Kami juga berharap serangan pesawat nirawak di Polandia adalah sebuah kesalahan. Tapi ternyata tidak. Dan kami tahu itu," kata Tusk dalam sebuah unggahan di media sosial .
Polandia memiliki informasi yang menunjukkan bahwa Rusia meluncurkan sebanyak 21 drone ke negara itu pada hari Rabu, tetapi tidak semuanya ditemukan, ujar kepala Kantor Kebijakan Internasional Kepresidenan Polandia, Marcin Przydacz, kepada media lokal. Kemungkinan beberapa drone bolak-balik melintasi wilayah udara, ujar Przydacz dalam wawancara dengan Radio ZET pada hari Jumat.
Pejabat Polandia sebelumnya menyatakan telah terjadi 19 intrusi di wilayah udara negara tersebut, dan sebagian besar drone masuk dari Belarus. Sebanyak 16 drone ditemukan di seluruh wilayah negara, ungkap Menteri Dalam Negeri Polandia pada hari Rabu. Lokasi penemuan puing-puing tersebut mencakup area seluas ratusan kilometer persegi.
Hal ini terjadi setelah Trump mengatakan kepada para wartawan di Gedung Putih pada hari Kamis bahwa hal itu "bisa saja menjadi sebuah kesalahan, tetapi terlepas dari itu, saya tidak senang dengan apa pun yang berkaitan dengan seluruh situasi tersebut, tetapi semoga saja ini akan berakhir."
Menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat mengenai serangan tersebut, AS bergabung dengan puluhan pemerintah lain dalam menandatangani pernyataan yang menyatakan “kekhawatiran mendalam” atas tindakan Rusia.
"Provokasi semacam itu sangat tidak menghormati upaya kolektif dan tak kenal lelah komunitas internasional untuk mengakhiri perang dan memulihkan perdamaian dan stabilitas sesuai dengan hukum internasional," ujar Menteri Luar Negeri Polandia Marcin Bosacki pada hari Jumat dari New York.
Dorothy Shea, Duta Besar AS untuk PBB, mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa serangan intensif Rusia terhadap Ukraina dan pelanggaran wilayah udara Polandia “menunjukkan ketidakhormatan yang besar terhadap upaya AS yang beritikad baik untuk mengakhiri konflik ini.”
Hal ini terjadi setelah Trump mengatakan kepada para wartawan di Gedung Putih pada hari Kamis bahwa hal itu "bisa saja menjadi sebuah kesalahan, tetapi terlepas dari itu, saya tidak senang dengan apa pun yang berkaitan dengan seluruh situasi tersebut, tetapi semoga saja ini akan berakhir."
Menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat mengenai serangan tersebut, AS bergabung dengan puluhan pemerintah lain dalam menandatangani pernyataan yang menyatakan “kekhawatiran mendalam” atas tindakan Rusia.
"Provokasi semacam itu sangat tidak menghormati upaya kolektif dan tak kenal lelah komunitas internasional untuk mengakhiri perang dan memulihkan perdamaian dan stabilitas sesuai dengan hukum internasional," ujar Menteri Luar Negeri Polandia Marcin Bosacki pada hari Jumat dari New York.
Dorothy Shea, Duta Besar AS untuk PBB, mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa serangan intensif Rusia terhadap Ukraina dan pelanggaran wilayah udara Polandia “menunjukkan ketidakhormatan yang besar terhadap upaya AS yang beritikad baik untuk mengakhiri konflik ini.”
Post a Comment