Meskipun banyak musik yang bernuansa Euro-pop mirip dengan Eurovision, terdapat perbedaan besar antara kedua kompetisi: meskipun Eurovision sering merayakan keberagaman LGBTQ+, tidak ada bendera pelangi atau simbol kebanggaan lainnya di Intervision karena tampilan simbol-simbol tersebut dilarang di Rusia.
Sebaliknya, acara tersebut memiliki agenda "anti-woke" yang jelas. Moskow bersikeras bahwa kompetisi ini bertujuan untuk menampilkan "nilai-nilai tradisional" negara asal para kontestan.
"Heteroseksualitas sangat penting bagi kami," kata seorang penggemar peserta Rusia "Shaman" kepada CNN di luar lokasi konser.
Intervision bertujuan untuk "mempromosikan tradisi universal, spiritual, keluarga, budaya, etika, dan agama dari berbagai negara," menurut pedoman resmi kontes lagu tersebut.
Namun Menteri Kebudayaan Rusia Olga Lyubimova mengatakan kompetisi itu tidak dimaksudkan untuk politik.
"Kompetisi Intervision adalah tentang orang-orang berbakat, bukan keputusan politik. Sangat penting bahwa penampil terbaik, paling berbakat, dan paling cemerlang yang akan menaklukkan hati penonton menang," ujar Lyubimova kepada kantor berita pemerintah Rusia, TASS.
Saat pertunjukan besar itu berakhir dan juri memilih Duc Phuc dari Vietnam sebagai pemenang, ada waktu untuk satu pengumuman terakhir: Intervision akan kembali lagi tahun depan, dengan tuan rumah Arab Saudi.
Post a Comment