Tembakan acak Pasukan Pertahanan Israel

 



Warga Palestina mengatakan bahwa militer Israel menembaki mereka saat mereka menunggu untuk menerima makanan di dekat pusat distribusi yang sama yang dikunjungi oleh Witkoff pada hari Jumat.


Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, yang terletak di dekatnya, menyatakan telah menerima setidaknya tiga korban tewas dan enam korban luka akibat tembakan di dekat pusat tersebut. Rumah sakit tersebut juga menyatakan banyak korban luka lainnya sedang dirawat di rumah sakit lapangan Palang Merah.


Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan telah melepaskan tembakan peringatan untuk mencegah sekelompok orang maju ke arah pasukannya, setelah meminta kelompok tersebut untuk menjauh. IDF mengatakan belum mengetahui adanya korban jiwa akibat tembakan tersebut, tetapi sedang menyelidiki insiden tersebut.


Seorang juru bicara Kedutaan Besar AS juga mengatakan pihaknya belum menerima "laporan bentrokan atau cedera apa pun di sekitar lokasi kunjungan."


Saksi mata mengatakan bahwa militer Israel menembaki orang-orang yang berkumpul di Al Tina, tempat penduduk menunggu sebelum pindah ke lokasi distribusi di al-Shakoush.


Abu Armanah, yang sedang dirawat karena luka tembak di perutnya di Rumah Sakit Nasser, menambahkan: "Orang-orang benar-benar saling bertikai. Witkoff dan kunjungannya sungguh tidak masuk akal."


"Begitu Witkoff tiba di area tersebut, terjadi baku tembak secara acak. Penembakan semakin intensif, disertai dengan drone dan quadcopter di udara, dan mereka mulai menembaki orang-orang," ujar Ahmad Abu Armanah ,tak lama setelah insiden tersebut. Mayat-mayat "berceceran di mana-mana," ujarnya.


Mahmoud Awad, saksi mata lainnya, mengatakan kepada CNN bahwa ia "terkejut" oleh kekerasan yang ia saksikan di pusat penahanan tersebut. "Hari ini sungguh gila," ujarnya.


"Saat kami tiba, para pemuda mulai tertembak. Terjadi baku tembak, dan langsung," ujarnya. "Kami terkejut mendengar utusan Amerika bisa datang dalam kondisi seperti ini."


Kemudian pada Jumat malam, Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mengatakan bahwa Rumah Sakit Al-Quds Kota Gaza menerima sedikitnya 12 orang yang tewas dan 90 lainnya terluka setelah "penargetan kerumunan warga sipil" oleh pasukan Israel saat warga sipil tersebut sedang menunggu truk bantuan di daerah Nabulsi, Kota Gaza barat daya.


Post a Comment

Previous Post Next Post