Populasi yang terus bertambah

 Taman Nasional Gir – kawasan lindung seluas 545 mil persegi (sekitar 1.200 km²) yang luasnya hampir sama dengan Kota Los Angeles – didirikan pada tahun 1965 untuk melindungi spesies yang terancam punah, termasuk singa Asia. Sebagian besar singa Asia di Gujarat kini hidup di luar batas taman, bercampur dengan manusia di kota-kota dan desa-desa.


“Secara teori, ini adalah kisah sukses karena itulah tujuan utama dari proyek konservasi – untuk meningkatkan jumlah individu spesies tersebut,” ujar ahli konservasi yang berbasis di Gujarat, Jehan Bhujwala


“Namun ketika jumlah hewan terlalu banyak, mereka mengklaim ruang di luar kawasan lindung… dan kemudian mereka mulai berkonflik dengan penduduk setempat,” ujarnya.


Bhujwala mengatakan model konservasi India tidak pernah dimaksudkan untuk memisahkan singa dari manusia, dan mencatat bahwa desa-desa dibangun di dalam taman nasional.


“Mereka semua hidup berdampingan, dan koeksistensi serta toleransi tersebut merupakan sesuatu yang sangat unik dalam sejarah konservasi India,” ujarnya.


Penduduk setempat bergantung pada singa untuk menghasilkan pendapatan pariwisata, dan sebagai imbalannya, kucing besar itu memakan ternak tua yang ditinggalkan oleh para penggembala setempat, tulis Yadvendradev Vikramsinh Jhala, mantan dekan Institut Satwa Liar India, dalam sebuah makalah akademis yang diterbitkan tahun lalu.


Jhala dan rekan penulisnya mengatakan singa juga memangsa babi dan nilgai – sejenis antelop – yang membantu membasmi hewan yang dianggap hama oleh petani setempat.


Masyarakat telah belajar hidup berdampingan dengan singa karena manfaat ekonominya lebih besar daripada risikonya, kata Jhala.


“Tingkat koeksistensi antara manusia dan karnivora besar seperti itu tidak terlihat di mana pun di dunia,” ujarnya 


Ikatan dengan penduduk lokal sangat erat.


"Kalau ada orang Maldhari, pasti ada singa. Kita satu," kata Lakshman, seorang petani berusia 32 tahun dari komunitas Maldhari setempat.


Namun Lakshman, yang beternak kerbau dan menjual susunya untuk menghidupi kelima anak dan istrinya, mengatakan ia telah memperhatikan peningkatan serangan singa terhadap ternak, yang menurut para ahli telah memperdalam keluhan dalam komunitas peternak.


Para pegiat konservasi memperingatkan dinamika antara singa dan manusia dapat segera berubah jika tidak ada tindakan lebih lanjut untuk mengatasi populasi singa yang terus bertambah.

Post a Comment

Previous Post Next Post