Perubahan strategi

 Sejak dimulainya perang di Gaza hampir dua tahun lalu, Israel telah menggunakan keunggulan intelijennya yang kuat untuk melenyapkan para pemimpin proksi terdekat Iran di Timur Tengah.


Tahun lalu, Israel membunuh pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, di ibu kota Iran, Teheran. Dua bulan kemudian, Israel membunuh pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, dalam serangan udara di Beirut.


Oktober lalu, pasukan Israel di Gaza membunuh pemimpin Hamas Yahya Sinwar di Gaza. Tujuh bulan kemudian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa saudara laki-laki Sinwar, Mohammed Sinwar, juga "kemungkinan" terbunuh. Hamas tampaknya mengonfirmasi kematian Mohammed Sinwar pada hari Sabtu, dengan menampilkan wajahnya dalam kolase foto yang mengenang para pemimpin yang dibunuh oleh Israel, meskipun kemudian mereka menyunting unggahan tersebut untuk menghapusnya dari daftar.


Pada bulan Desember, Menteri Pertahanan Israel Katz secara terbuka mengancam bahwa Israel juga akan mengejar para pemimpin tinggi Houthi.


"Kami akan menyerang infrastruktur strategis organisasi teroris Houthi dan memenggal kepala para pemimpinnya—seperti yang kami lakukan terhadap Haniyeh, Sinwar, dan Nasrallah—di Teheran, Gaza, dan Lebanon. Hal yang sama juga akan kami lakukan di Hodeidah dan Sanaa," ujarnya.


Serangan hari Kamis menandai pertama kalinya Israel berhasil menargetkan kepemimpinan Houthi.


Di masa lalu, Israel banyak menyerang target militer di Yaman dan infrastruktur sipil yang menurut militer Israel digunakan oleh Houthi.


Sebagai indikasi bahwa Israel mungkin telah mengubah strateginya, angkatan udara Israel menyerang pangkalan militer tempat istana kepresidenan berada. Angkatan Udara juga menyerang dua pembangkit listrik dan sebuah lokasi penyimpanan bahan bakar.


Houthi menguasai sebagian besar Yaman utara setelah menyerbu Sanaa pada tahun 2014 dan menggulingkan pemerintah yang diakui internasional. Sejak itu, koalisi yang didukung Saudi belum mampu menggulingkan Houthi, yang justru semakin memperkuat kekuasaan mereka.

Post a Comment

Previous Post Next Post