Ratusan warga Israel menerima panggilan perekrutan dari intelijen Iran, kata polisi

 


Ratusan warga Israel telah menerima panggilan dari dinas intelijen Iran dalam upaya merekrut mereka, kata kepolisian negara itu, Sabtu.

"Ratusan warga" melaporkan bahwa mereka menerima panggilan telepon dari nomor tak dikenal pada Sabtu pagi, ungkap Kepolisian Israel dalam sebuah pernyataan. Ketika mereka mengangkat telepon, "seseorang berbicara kepada mereka dan menawarkan untuk merekrut mereka ke sebuah organisasi Iran," demikian pernyataan tersebut.

Rekaman yang diduga merupakan salah satu panggilan telepon tersebut diunggah di situs berita Israel, Ynet. Dalam rekaman tersebut, sebuah suara robot memberi tahu pendengar bahwa "intelijen Iran sedang mencari agen yang memenuhi syarat," dengan tawaran "gaji yang kompetitif dan keamanan yang komprehensif."

CNN telah menghubungi kementerian luar negeri Iran untuk meminta komentar.

Polisi mengatakan panggilan tersebut "dimaksudkan untuk menimbulkan kekhawatiran di masyarakat selama masa perang," dan menambahkan bahwa panggilan tersebut "merupakan upaya elemen intelijen Iran untuk merekrut warga negara Israel di dalam dan luar negeri dengan tujuan memajukan pengumpulan intelijen dan kegiatan teroris di Israel."

Tahun lalu, otoritas Israel mengatakan sejumlah besar warga negaranya ditangkap karena menjadi mata-mata untuk Iran.

Beberapa di antaranya diduga direkrut melalui media sosial, dengan Iran dilaporkan mengirimkan pesan-pesan spam ke akun-akun Telegram dengan harapan beberapa tawaran perekrutan dapat diterima, kata polisi saat itu.

Oded Allam, mantan pejabat tinggi Mossad, mengatakan kepada CNN pada bulan Desember bahwa Iran lebih tertarik untuk memperluas jaringan daripada merekrut agen yang terampil.

“Mereka berkata pada diri mereka sendiri: 'Oke, kalau kita gagal di sini, kita lanjut ke yang berikutnya.' Dan mereka tidak terlalu peduli (dengan) hasilnya,” kata Allam.

Sejak serangan Hamas terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober dan perang di Gaza yang terjadi setelahnya, Kepolisian Israel telah menyelidiki lebih dari 25 kasus mata-mata yang terkait dengan Iran, yang mengakibatkan sekitar 46 penangkapan, ungkap Dean Elsdunne, juru bicara kepolisian, kepada CNN minggu ini.

Terkait panggilan telepon pada hari Sabtu, Kepolisian Israel mengimbau masyarakat untuk "tetap waspada" dan melaporkan setiap "insiden tidak biasa" kepada pihak berwenang.

Pihak berwenang "akan terus bertindak untuk menemukan dan menggagalkan aktivitas teroris dan spionase di Israel dan luar negeri, dan akan memastikan bahwa semua yang terlibat dibawa ke pengadilan," katanya dalam pernyataan hari Sabtu.

Post a Comment

Previous Post Next Post