NATO menanggapi

 


Menanggapi penerbangan pesawat tak berawak yang tidak dapat dijelaskan di Denmark, NATO mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka sedang meningkatkan langkah-langkah pertahanan di wilayah Laut Baltik.


Keesokan harinya, FSG Hamburg, fregat pertahanan udara Jerman dengan misi “Baltic Sentry” NATO, tiba di Kopenhagen untuk membantu memperkuat pengawasan wilayah udara selama KTT Uni Eropa mendatang, kata kementerian pertahanan Denmark dalam sebuah pernyataan kepada Associated Press.


Misi “Baltic Sentry” diluncurkan pada bulan Januari sebagai respons terhadap serangkaian insiden yang merusak kabel listrik, jaringan telekomunikasi, dan pipa gas di dasar Laut Baltik.


Kini bergabunglah dengan misi “Eastern Sentry” yang baru diluncurkan, yang bertujuan untuk memperkuat pertahanan di sisi timur Eropa menyusul serangan pesawat tak berawak Rusia ke wilayah udara Polandia.


Selain itu, Jerman mengumumkan akan menyediakan “Sistem Pesawat Nirawak Penangkal Kecil” atas permintaan Denmark untuk mendeteksi drone menggunakan teknologi radar, optik, dan akustik, menurut Associated Press.


Angkatan bersenjata Prancis mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah mengerahkan satuan tugas gabungan sementara ke Denmark sebagai tanggapan terhadap pesawat tak berawak di wilayah udara negara itu, yang terdiri dari 35 personel, sebuah helikopter Fennec, dan fasilitas antipesawat tak berawak.


"Satuan tugas ini memperkuat aset Denmark dan Eropa yang telah dikerahkan, menggarisbawahi solidaritas Eropa dalam pertahanan melawan ancaman serius," kata angkatan bersenjata dalam sebuah pernyataan.


Swedia juga berjanji meminjamkan Denmark sistem anti-drone, meskipun rinciannya masih dirahasiakan, kata AP.

Post a Comment

Previous Post Next Post