Kebakaran besar di pusat data nasional Korea Selatan telah menghentikan ratusan layanan pemerintah daring termasuk fasilitas pos dan pajak, Reuters melaporkan.
Kebakaran itu kemungkinan bermula dari ledakan baterai di Layanan Sumber Daya Informasi Nasional di kota Daejeon, sekitar 85 mil (130 kilometer) selatan ibu kota Seoul, sekitar pukul 8:20 malam waktu setempat pada hari Jumat, kantor berita tersebut melaporkan.
Hal tersebut menyebabkan "thermal runaway" yang melepaskan panas ekstrem di ruang server, sehingga menyulitkan petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api, ungkap para pejabat kepada badan tersebut.
Perdana Menteri Kim Min-seok mengatakan kebakaran tersebut telah “melumpuhkan” platform digital internal pemerintah, mematikan sistem email resmi dan beberapa situs web.
Lebih dari 600 layanan dan sistem pemerintahan daring tetap tidak berfungsi pada Sabtu pagi, termasuk sistem ID seluler dan layanan pos daring.
Kim memperingatkan bahwa wisatawan bandara yang hanya mengandalkan ID seluler juga dapat menghadapi gangguan, menurut media lokal.
Sekitar 170 petugas pemadam kebakaran dan 63 mobil pemadam kebakaran bergegas ke lokasi kejadian pada hari Jumat, dengan api utama terkendali pada pukul 6:30 pagi keesokan harinya, kata laporan.
Seorang pekerja dilaporkan menderita luka bakar tingkat pertama di wajah dan lengannya saat menangani baterai, dengan hampir 200 baterai lithium-ion hancur di ruangan itu, menurut kantor berita Yonhap.
Layanan data nasional bertindak sebagai server cloud bagi banyak layanan pemerintah dan basis data bagi negara Asia yang terhubung erat dengan jaringan internet, serta pusat-pusat data di tempat lain.
Tidak ada perkiraan kapan layanan akan dimulai kembali, kata kepala pusat data, Lee Jae-yong, kepada Reuters dalam sebuah pengarahan.
Kementerian dalam negeri mengatakan platform daring pemerintah untuk pengaduan dan petisi juga ditangguhkan.
Kim meminta maaf pada hari Sabtu atas ketidaknyamanan yang dialami publik, dan mengatakan pemerintah akan bekerja cepat untuk memulihkan layanan.
"Ada kesulitan dalam mengendalikan api karena sifat sistem pemerintahan penting yang terpusat di satu lokasi," ujarnya dalam rapat darurat yang disiarkan televisi.

Post a Comment