Jadi, selain Uruguay, mengapa para pemimpin Amerika Latin tampak begitu rentan terhadap masalah hukum?
Para ahli umumnya menunjuk pada dua masalah yang saling terkait: korupsi yang merajalela di kalangan pejabat – yang ditandai dengan penyuapan dan penggelapan dana publik – dan kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga tersebut.
Menurut laporan Transparency International terbaru tahun 2024, rata-rata wilayah Amerika adalah 42 dari 100 poin pada skala di mana 100 sangat transparan dan nol sangat korup. Hal ini menempatkan wilayah tersebut 22 poin di bawah Uni Eropa dan hanya tiga poin di atas Timur Tengah dan Afrika Utara.
Arellano menghubungkan korupsi dengan fenomena lain: sistem presidensial yang memusatkan kekuasaan di tangan satu individu.
“Jika kita melihat peta, hampir tidak ada satu negara pun yang tidak terdampak skandal korupsi, dan banyak di antaranya berujung pada penuntutan terhadap pemimpin politik tertinggi negara tersebut,” ujarnya.
Hal ini karena Amerika Latin mewarisi budaya presidensialisme yang sangat kuat, di mana presiden memainkan peran sentral dalam negara, tidak seperti demokrasi di Eropa di mana presiden dibatasi oleh parlemen. Konsentrasi kekuasaan di tangan presiden juga menjelaskan sebagian dari fenomena tersebut.

Post a Comment