Polisi di Ontario, Kanada , mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka menganggap penusukan seorang wanita Yahudi di sebuah supermarket kosher di Ottawa awal minggu ini sebagai kejahatan yang “bermotif kebencian”.
Wanita itu sedang berbelanja dengan seorang teman pada hari Rabu ketika dia didekati dan ditikam oleh seorang pria yang tidak mengenalnya, menurut polisi Ottawa, dalam sebuah kejahatan yang telah mengirimkan gelombang kejut ke seluruh negeri.
Wanita berusia 70-an itu sempat dirawat di rumah sakit, tetapi selamat dari serangan tersebut. Polisi menangkap terduga penyerangnya di tempat kejadian.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada hari Jumat menggambarkan serangan itu sebagai “tidak masuk akal” dan “sangat mengganggu.”
"Kepada komunitas Yahudi Kanada: kalian tidak sendirian," tulis Carney dalam sebuah postingan di X. "Kami mendukung kalian melawan kebencian dan ancaman terhadap keselamatan kalian, dan kami akan bertindak untuk melawan antisemitisme di mana pun itu muncul."
Polisi belum mengidentifikasi nama perempuan tersebut. Mereka telah mengidentifikasi terduga penyerangnya sebagai Joseph Rooke, seorang pria berusia 71 tahun dari Cornwall, Ontario, yang telah didakwa dengan "penyerangan berat dan kepemilikan senjata berbahaya."
Ia hadir di pengadilan pada hari Kamis. CNN telah menanyakan nama pengacaranya kepada pengadilan.
Federasi Yahudi Ottawa menggambarkan wanita tersebut dalam sebuah unggahan media sosial pada hari Kamis sebagai “anggota komunitas kami yang disayangi.”
"Kepolisian Ottawa sangat mendukung, dan saat ini tidak ada indikasi peningkatan risiko terhadap fasilitas atau institusi Yahudi," kata Federasi. "Kami berterima kasih atas respons cepat dan ketekunan penegak hukum yang berkelanjutan."
Wali Kota Ottawa Mark Sutcliffe dalam sebuah posting di X pada hari Kamis menyebut serangan itu sebagai tindakan "kekerasan tercela".
Post a Comment