Penahanan dan percobaan bunuh diri

 Sesampainya di Guantanamo, para migran Venezuela tidak diberitahu tentang status hukum mereka dan ditahan dalam kondisi yang mereka gambarkan sebagai keras dan tidak sehat, kata laporan Human Rights Watch.


Sebagian besar migran yang diwawancarai oleh organisasi tersebut mengatakan mereka ditempatkan di unit keamanan tinggi yang dikenal sebagai Kamp 6, di mana setiap orang ditahan dalam sel berukuran dua kali tiga meter, dengan tempat tidur beton dan kombinasi wastafel dan toilet. Menurut kesaksian, para penjaga memberi mereka seprai dan bantal, dan hanya beberapa yang menerima kasur.


Baik di Kamp 6 maupun di fasilitas penahanan lainnya, para migran melaporkan kondisi yang tidak sehat, kebersihan yang buruk, dan infrastruktur yang memburuk. Salah satu migran mengatakan selnya kotor dan berbau limbah yang menyengat.


Para migran juga melaporkan bahwa mereka hanya diizinkan mandi setiap tiga hari, dan meskipun mereka diberi makan tiga kali sehari, makanannya tidak mencukupi dan berkualitas buruk, termasuk beras dan kacang-kacangan yang rusak.


"Saya selalu lapar, dan perut saya sakit," ujar seorang pengungsi kepada Human Rights Watch. "Saya tiba di sana dengan berat 78 kilogram dan kembali ke Venezuela dengan berat 52 kilogram."


Para migran mengatakan mereka menghabiskan 23 jam sehari di dalam sel dan hanya diizinkan keluar ke halaman selama satu jam sisanya, tanpa bisa berkomunikasi satu sama lain. Pengurungan yang dibarengi dengan ketidakpastian akan nasib mereka sangat memengaruhi kesehatan mental mereka, kenang mereka. Salah satu dari mereka mengatakan ia begitu putus asa hingga mencoba bunuh diri dua kali.


“Tidak ada imigran atau pencari suaka yang meninggalkan negaranya untuk mencari perlindungan yang boleh dibawa ke tempat seperti ini,” kata Juanita Goebertus, direktur Human Rights Watch untuk Amerika.

Post a Comment

Previous Post Next Post