Presiden berangkat dengan pesawat militer Prancis

 


Sebuah sumber militer mengatakan kepada Reuters bahwa Rajoelina terbang dari Madagaskar, bekas koloni Prancis, dengan pesawat militer Prancis pada hari Minggu. Radio Prancis RFI melaporkan bahwa ia telah mencapai kesepakatan dengan Presiden Emmanuel Macron.


Macron, yang berbicara di Mesir setelah pertemuan puncak mengenai gencatan senjata dan kesepakatan penyanderaan di Gaza, mengatakan ia tidak dapat segera mengonfirmasi laporan bahwa Prancis telah membantu Rajoelina melarikan diri dari negara itu. Ia menambahkan bahwa tatanan konstitusional harus dijaga di Madagaskar dan meskipun Prancis memahami keluhan para pemuda di negara itu, keluhan tersebut tidak boleh dieksploitasi oleh faksi-faksi militer.


Sumber militer tersebut mengatakan bahwa sebuah pesawat Casa milik Angkatan Darat Prancis mendarat di Bandara Sainte Marie, Madagaskar, pada hari Minggu. "Lima menit kemudian, sebuah helikopter tiba dan memindahkan penumpangnya ke Casa," kata sumber tersebut, seraya menambahkan bahwa Rajoelina adalah penumpangnya.


Demonstrasi meletus di bekas koloni Prancis itu pada tanggal 25 September akibat kekurangan air dan listrik, tetapi dengan cepat meningkat menjadi pemberontakan atas keluhan yang lebih luas, termasuk korupsi, pemerintahan yang buruk, dan kurangnya layanan dasar.


Kemarahan tersebut mencerminkan protes baru-baru ini terhadap elite penguasa di beberapa negara termasuk Nepal , di mana perdana menteri dipaksa mengundurkan diri bulan lalu, dan Maroko .

Post a Comment

Previous Post Next Post