Mantan sandera mengaku sangat bersemangat menjelang pembebasan sandera

 


Mantan sandera Aviva Siegel mengatakan dia bahagia, tersenyum dan hatinya "berada di tempat yang berbeda" sejak Israel dan Hamas menyetujui kerangka gencatan senjata yang akan membebaskan para sandera.


"Saya hanya ingin dunia mengerti bahwa kebaikan harus menang," ujar Siegel — yang berasal dari Afrika Selatan tetapi telah tinggal di Israel hampir sepanjang hidupnya — kepada Wolf Blitzer dari CNN di Tel Aviv. "Orang-orang perlu pulang dan hidup, dan menjalani hidup bersama keluarga mereka. Mereka tidak pantas berada di sana, terpuruk memohon untuk hidup."


Siegel mengatakan ia disandera selama 51 hari dan suaminya, Keith, ditawan selama satu tahun empat bulan. Ia mengatakan mereka berdua dibebaskan secara terpisah sebagai bagian dari sebuah kesepakatan.


“(Itu) salah satu hal terburuk yang dapat dialami siapa pun,” kata Siegel, mengenang waktunya sebagai seorang tawanan.


Ia berterima kasih kepada Presiden AS Donald Trump dan utusan khususnya Steve Witkoff serta Presiden Israel Benjamin Netanyahu dan tentara Israel atas peran mereka dalam mencapai titik kesepakatan gencatan senjata ini.


"Dia bekerja keras sepanjang waktu dan saya ingin berterima kasih kepadanya dari lubuk hati saya yang terdalam," kata Siegel tentang Trump. "Saya ingin berterima kasih kepadanya dari seluruh negeri ini."

Post a Comment

Previous Post Next Post