Sulit untuk menyebut tabrakan dua kapal militer berbobot ribuan ton ini "beruntung", tetapi itulah yang dikatakan para analis tentang insiden di Laut Cina Selatan minggu ini yang mengakibatkan haluan kapal Penjaga Pantai Cina rusak parah setelah menabrak kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat.
Rekaman dramatis yang dirilis oleh Penjaga Pantai Filipina menunjukkan momen terjadinya tabrakan, yang menyebabkan kapal Penjaga Pantai China kehilangan bagian penting dari haluannya.
Komodor Jay Tarriela dari Penjaga Pantai Filipina mengatakan insiden itu terjadi pada hari Senin ketika personel sedang mendistribusikan bantuan kepada nelayan Filipina di dekat Beting Scarborough yang disengketakan, sekitar 140 mil di sebelah barat Pulau Luzon, Filipina.
Tarriela mengatakan sebuah kapal Penjaga Pantai Tiongkok sedang mengejar kapal Penjaga Pantai Filipina BRP Suluan dengan “kecepatan tinggi” ketika insiden itu terjadi.
“Kapal dan nelayan Filipina menghadapi manuver berbahaya dan tindakan pemblokiran,” kata Tarriela.
Ia menambahkan bahwa kapal angkatan laut Tiongkok kemudian "melakukan manuver berisiko" yang mengakibatkan "kerusakan substansial" pada haluan kapal Penjaga Pantai Tiongkok, sehingga membuat kapal tersebut "tidak layak laut".
Video yang dirilis oleh Penjaga Pantai Filipina pada hari Senin menunjukkan kapal Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Guilin dengan nomor lambung 164, kapal perusak berpeluru kendali Tipe 052D seberat 7.500 ton, melaju kencang ke kapal Penjaga Pantai China (CCG) 3104, saat keduanya mengejar kapal patroli Filipina BRP Suluan yang jauh lebih kecil.
Setidaknya tiga personel Penjaga Pantai China terlihat di haluan CCG 3104 saat terjadi benturan, tetapi belum ada kabar mengenai korban jiwa dari insiden tersebut.

Post a Comment