Beberapa proyektil yang diluncurkan Thailand selama akhir pekan mendarat di dekat kuil kuno Preah Vihear, sebuah situs warisan dunia UNESCO di provinsi utara Kamboja dengan nama yang sama, menurut Letnan Jenderal Maly Socheata. Kompleks kuil tersebut telah menjadi pusat bentrokan sebelumnya antara kedua negara.
"Saya telah menulis surat kepada UNESCO, dan saya ingin memohon kepada seluruh komunitas internasional, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa: mohon bantu (kami) menjaga dengan baik, ini adalah warisan budaya," ujar Menteri Kebudayaan Kamboja, Phoeurng Sackona, kepada CNN pada hari Minggu. "Mohon bantu tuntut gencatan senjata."
Kamboja mengecam apa yang disebutnya sebagai “tindakan agresi yang disengaja dan direncanakan” oleh Thailand.
Tindakan-tindakan tersebut “telah terjadi meskipun ada upaya berkelanjutan yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump untuk mengupayakan gencatan senjata, upaya-upaya yang telah didukung secara terbuka dan jelas oleh Hun Manet, Perdana Menteri Kerajaan Kamboja,” kata Letnan Jenderal Maly Socheata.


Post a Comment